Langsung ke konten
EtnoJourney
Klungkung dan Kamasan
Semua destinasi

Destinasi di Bali

Klungkung dan Kamasan

Bekas pusat kerajaan Bali dan desa pelukis gaya wayang Kamasan.

Foto: Michael Gunther · CC BY-SA 4.0

Paket tur di Klungkung dan Kamasan

2 tur tersedia

Tentang Klungkung dan Kamasan

Semarapura, ibu kota Kabupaten Klungkung, adalah bekas pusat kerajaan Klungkung. Di kompleks Taman Gili berdiri Kerta Gosa, balai yang dibangun pada akhir abad ke-18 sebagai tempat pengadilan, tempat perkara yang tidak terselesaikan di wilayah lain diputuskan oleh para pendeta Brahmana. Langit-langitnya dipenuhi lukisan gaya wayang Kamasan, terutama kisah Bima di surga dan neraka yang mengingatkan pada hukum karma. Lukisan ini telah beberapa kali dipulihkan dan dilukis ulang, antara lain pada 1918, 1933, dan 1963. Di dekatnya, Bale Kambang dikelilingi kolam, dengan langit-langit berkisah Sutasoma. Tak jauh dari kota, Desa Kamasan menjadi pusat gaya lukis klasik Bali yang mengambil bentuk dari wayang kulit dan menjadi gaya resmi istana. Para pelukisnya masih menggambar adegan Ramayana, Mahabharata, kalender, dan cerita rakyat. Sejarah Klungkung juga mencatat Puputan Klungkung pada 18 April 1908, perlawanan terakhir keluarga raja terhadap pasukan Belanda.

Cara ke sana

Sekitar 1–1,5 jam berkendara dari Bandara I Gusti Ngurah Rai lewat jalan pesisir timur.