Langsung ke konten
EtnoJourney
Hidup di Desa

Semarapura dan Garam Kusamba

Klungkung dan Kamasan, Bali

Foto: Wiaskara · CC BY-SA 4.0

Durasi
1 hari
Rombongan
Maks. 8 orang
Kategori
Hidup di Desa
Tingkat kesulitan
Santai
Cocok untuk hampir semua orang; banyak berhenti dan jalan kaki ringan.
Bahasa
Indonesia, Inggris

Tentang perjalanan ini

Dari jejak kerajaan Klungkung di Semarapura ke pantai Kusamba, tempat segelintir petani garam masih bekerja secara tradisional.

Kita mulai di Semarapura, mengenal sejarah kerajaan Klungkung dan Puputan Klungkung pada 18 April 1908, lalu melihat kompleks Taman Gili. Setelah itu kita menuju pesisir Kusamba, desa nelayan dan pusat penggaraman tradisional. Petani garam Kusamba menjemur air laut dengan cara turun-temurun memakai palung, dan garamnya dikenal berbutir besar dengan rasa yang lebih gurih. Tradisi ini kian langka: jumlah petaninya menyusut tajam dalam beberapa dekade terakhir akibat abrasi pantai dan sedikitnya generasi muda yang meneruskan. Kunjungan bergantung pada musim dan kesediaan petani, dan membeli garam langsung dari mereka adalah cara paling nyata untuk mendukung.

Dipandu oleh komunitas lokal di Klungkung dan Kamasan

Yang akan kamu alami

  • Sejarah kerajaan Klungkung
  • Taman Gili dan Kerta Gosa
  • Petani garam tradisional Kusamba
  • Membeli garam langsung dari petani

Rencana perjalanan

  1. Hari 1

    Dari istana ke pesisir

    09.00 bertemu di Taman Gili, sejarah Semarapura, 11.30 menuju Kusamba, 12.00 makan siang, 13.00 bersama petani garam bila musim memungkinkan, selesai sekitar 15.00.

Sudah termasuk

  • Pemandu lokal
  • Tiket masuk Taman Gili
  • Makan siang
  • Air mineral

Belum termasuk

  • Transportasi dari hotel ke titik kumpul
  • Pengeluaran pribadi, minuman tambahan, dan oleh-oleh
  • Tip untuk pemandu dan tuan rumah (sukarela)
  • Asuransi perjalanan

Persiapan

Hal-hal praktis agar perjalananmu nyaman dan tuan rumahmu merasa dihormati.

Yang perlu dibawa

  • Topi, kacamata hitam, dan tabir surya
  • Sandal yang boleh terkena pasir dan air laut
  • Botol minum isi ulang
  • Uang tunai pecahan kecil untuk membeli kerajinan atau donasi

Etika di lokasi

  • Ladang garam adalah tempat kerja: jangan menginjak bedeng garam dan tunggu dipersilakan sebelum mendekat.
  • Minta izin sebelum memotret orang, rumah, atau upacara.
  • Jangan melangkahi atau menginjak canang (sesajen) di jalan dan di depan rumah.

Cara ke sana

Sekitar 1–1,5 jam berkendara dari Bandara I Gusti Ngurah Rai lewat jalan pesisir timur.

Titik kumpul

Taman Gili Kerta Gosa, Semarapura, Klungkung

Buka di Maps

Ulasan pelancong

Belum ada ulasan untuk tur ini.

Ulasan dapat ditulis setelah perjalanan selesai, dari halaman Akun.

Perjalanan serupa yang mungkin kamu suka

MulaiRp 700.000 / orang