Langsung ke konten
EtnoJourney
Tenganan Pegringsingan
Semua destinasi

Destinasi di Bali

Tenganan Pegringsingan

Desa Bali Aga yang menjaga aturan adat dan tenun gringsing ikat ganda.

Foto: Arthamade · CC BY-SA 4.0

Paket tur di Tenganan Pegringsingan

2 tur tersedia

Tentang Tenganan Pegringsingan

Tenganan Pegringsingan, di Kabupaten Karangasem, adalah salah satu desa Bali Aga, sebutan bagi masyarakat Bali yang menelusuri leluhurnya ke masa sebelum pengaruh Majapahit. Rumah-rumah berjajar di kedua sisi jalan desa yang menurun dari hulu ke hilir, dengan pintu menghadap ke ruang bersama di tengahnya. Setiap pagi kulkul, kentongan kayu desa, dipukul untuk menandai dimulainya hari. Desa ini dikenal karena kain gringsing, tenun ikat ganda yang benang lungsin dan pakannya sama-sama diikat dan dicelup pewarna alami sebelum ditenun. Teknik ini hanya dikerjakan di segelintir tempat di dunia, dan selembar kain bisa memakan waktu bertahun-tahun. Gringsing dipakai dalam upacara siklus hidup dan dipercaya memberi perlindungan. Setiap tahun, umumnya sekitar Juni hingga Juli, desa menggelar Usaba Sambah. Salah satu bagiannya adalah mekare-kare atau perang pandan, duel ritual antarpemuda dengan perisai rotan dan ikatan daun pandan berduri sebagai persembahan kepada Dewa Indra. Jadwalnya mengikuti kalender adat, sehingga kami tidak menjanjikan kunjungan bertepatan dengan upacara ini.

Cara ke sana

Sekitar 1,5–2 jam berkendara dari Bandara I Gusti Ngurah Rai, dekat Candidasa di Karangasem.