Kriya & Wastra
Gringsing, Tenun Ikat Ganda Tenganan
Tenganan Pegringsingan, Bali
MulaiRp 950.000 / orang
Foto: Los Angeles County Museum of Art · Public domain
- Durasi
- 1 hari
- Rombongan
- Maks. 8 orang
- Kategori
- Kriya & Wastra
- Tingkat kesulitan
- Santai
- Cocok untuk hampir semua orang; banyak berhenti dan jalan kaki ringan.
- Bahasa
- Indonesia, Inggris
Tentang perjalanan ini
Pelajari kain gringsing, tenun ikat ganda berwarna alami yang hanya dibuat di segelintir tempat di dunia.
Pada gringsing, benang lungsin dan pakan sama-sama diikat dan dicelup sebelum ditenun, sehingga motifnya baru muncul utuh ketika kedua benang bertemu. Pewarnanya berasal dari bahan alami, dan prosesnya bisa memakan waktu bertahun-tahun untuk selembar kain.
Bersama penenun setempat, kamu melihat tahap-tahap pembuatannya dan mendengar makna motif serta perannya dalam upacara siklus hidup, dari potong rambut, potong gigi, pernikahan, hingga kematian. Kami tidak menyediakan kelas menenun gringsing; tur ini adalah kesempatan untuk belajar dan menghargai, bukan mencoba.
Dipandu oleh komunitas lokal di Tenganan Pegringsingan
Yang akan kamu alami
- Teknik ikat ganda dari dekat
- Pewarna alami dan lamanya proses
- Peran gringsing dalam upacara
- Kelompok kecil, maksimal delapan orang
Rencana perjalanan
Hari 1
Benang, pewarna, dan makna
09.00 bertemu di desa, mengunjungi penenun dan melihat tahap pengikatan dan pencelupan, 12.30 makan siang, sore berbincang tentang makna motif, selesai sekitar 15.00.
Sudah termasuk
- Pemandu lokal
- Kontribusi untuk penenun dan desa
- Makan siang
- Air mineral
Belum termasuk
- Transportasi dari hotel ke titik kumpul
- Kerajinan yang Anda beli di desa
- Tip untuk pemandu dan tuan rumah (sukarela)
- Asuransi perjalanan
Persiapan
Hal-hal praktis agar perjalananmu nyaman dan tuan rumahmu merasa dihormati.
Yang perlu dibawa
- Pakaian sopan yang menutup bahu dan lutut
- Topi, kacamata hitam, dan tabir surya
- Uang tunai pecahan kecil untuk membeli kerajinan atau donasi
Etika di lokasi
- Kain gringsing dianggap memiliki makna sakral bagi warga: sentuh hanya bila dipersilakan.
- Tanyakan dulu sebelum menyentuh kain, alat tenun, atau karya yang sedang dikerjakan.
- Jangan memasuki pekarangan atau rumah tanpa diundang; ikuti pemandu.
- Minta izin sebelum memotret orang, rumah, atau upacara.
Cara ke sana
Sekitar 1,5–2 jam berkendara dari Bandara I Gusti Ngurah Rai, dekat Candidasa di Karangasem.
Ulasan pelancong
Belum ada ulasan untuk tur ini.
Ulasan dapat ditulis setelah perjalanan selesai, dari halaman Akun.
Perjalanan serupa yang mungkin kamu suka

Hidup di Desa
Baru

Kriya & Wastra
4.8(74)

Kriya & Wastra
Baru
MulaiRp 950.000 / orang
