Langsung ke konten
EtnoJourney
Hidup di Desa

Fajar dan Jukung di Pesisir Amed

Amed, Bali

Foto: User: (WT-shared) Whatsinaname at wts wikivoyage · Public domain

Durasi
2 hari
Rombongan
Maks. 8 orang
Kategori
Hidup di Desa
Tingkat kesulitan
Santai
Cocok untuk hampir semua orang; banyak berhenti dan jalan kaki ringan.
Bahasa
Indonesia, Inggris

Tentang perjalanan ini

Menginap di Amed untuk menyaksikan jukung nelayan kembali saat pagi dan mengenal kehidupan kampung pesisir.

Jukung, perahu bercadik khas Bali, menjadi pemandangan sehari-hari di teluk-teluk Amed. Tur ini mengajak kamu menginap semalam agar bisa bangun pagi dan menyaksikan nelayan kembali ke pantai, sementara Gunung Agung perlahan terlihat di balik cahaya pagi. Pemandu setempat menjelaskan kehidupan nelayan kecil di pesisir timur Bali, yang juga ikut dalam kegiatan wisata bahari, serta tantangan musim paceklik ikan. Hari kedua kita berjalan di sepanjang teluk Jemeluk dan Bunutan, lalu singgah di ladang garam tradisional bila sedang musim produksi.

Dipandu oleh komunitas lokal di Amed

Yang akan kamu alami

  • Jukung nelayan saat fajar
  • Gunung Agung dari pesisir
  • Kehidupan nelayan kecil
  • Teluk Jemeluk dan Bunutan

Rencana perjalanan

  1. Hari 1

    Tiba di Amed

    14.00 bertemu di Pantai Jemeluk, check-in, sore berjalan di pantai dan berbincang dengan pemandu tentang kehidupan pesisir, makan malam.

  2. Hari 2

    Fajar dan teluk-teluk Amed

    05.30 menyaksikan jukung kembali, sarapan, berjalan di teluk Jemeluk dan Bunutan, singgah di ladang garam bila musim, selesai sekitar 12.00.

Sudah termasuk

  • Penginapan 1 malam
  • Makan 3 kali
  • Pemandu lokal
  • Air mineral

Belum termasuk

  • Transportasi dari hotel ke titik kumpul
  • Pengeluaran pribadi, minuman tambahan, dan oleh-oleh
  • Tip untuk pemandu dan tuan rumah (sukarela)
  • Asuransi perjalanan

Persiapan

Hal-hal praktis agar perjalananmu nyaman dan tuan rumahmu merasa dihormati.

Yang perlu dibawa

  • Topi, kacamata hitam, dan tabir surya
  • Tabir surya ramah terumbu karang
  • Senter atau lampu kepala untuk pagi buta
  • Baju ganti

Etika di lokasi

  • Saat jukung mendarat, beri ruang bagi nelayan untuk menarik perahu dan menurunkan hasil tangkapan.
  • Minta izin sebelum memotret orang, rumah, atau upacara.
  • Jangan melangkahi atau menginjak canang (sesajen) di jalan dan di depan rumah.

Cara ke sana

Sekitar 2,5–3,5 jam berkendara dari Bandara I Gusti Ngurah Rai; Amed adalah rangkaian desa pesisir di ujung timur Bali.

Titik kumpul

Pantai Jemeluk, Amed, Karangasem

Buka di Maps

Ulasan pelancong

Belum ada ulasan untuk tur ini.

Ulasan dapat ditulis setelah perjalanan selesai, dari halaman Akun.

Perjalanan serupa yang mungkin kamu suka

MulaiRp 1.650.000 / orang