Kuliner Tradisi
Garam Amed di Batang Kelapa
Amed, Bali
MulaiRp 900.000 / orang
Foto: Surya Edy Gautama · CC BY-SA 4.0
- Durasi
- 1 hari
- Rombongan
- Maks. 8 orang
- Kategori
- Kuliner Tradisi
- Tingkat kesulitan
- Santai
- Cocok untuk hampir semua orang; banyak berhenti dan jalan kaki ringan.
- Bahasa
- Indonesia, Inggris
Tentang perjalanan ini
Lihat bagaimana garam Amed dijemur di palungan batang kelapa dan disaring dengan anyaman bambu.
Garam Amed tidak dibuat di tambak, melainkan di palungan, bilah batang kelapa yang dibelah dan dilubangi untuk menampung air laut. Setelah dijemur dan disaring dengan tinjungan, butir garamnya dipanen dalam siklus beberapa hari sekali selama musim kemarau.
Bersama pemandu, kamu mengunjungi ladang garam di Desa Purwakerthi dan Amed Salt Center yang dikelola koperasi masyarakat, serta mendengar tantangan yang dihadapi petani: lahan yang terdesak, petani yang menua, dan sistem bagi hasil. Kunjungan ladang hanya pada musim produksi; di luar musim, tur berfokus pada pusat garam dan pesisir.
Dipandu oleh komunitas lokal di Amed
Yang akan kamu alami
- Palungan batang kelapa dan tinjungan bambu
- Amed Salt Center milik koperasi
- Garam berindikasi geografis
- Pesisir dengan latar Gunung Agung
Rencana perjalanan
Hari 1
Dari palungan ke meja makan
08.00 bertemu di Pantai Jemeluk, mengunjungi ladang garam dan Amed Salt Center, 12.00 makan siang, sore bebas di pantai, selesai sekitar 14.00.
Sudah termasuk
- Pemandu lokal
- Kontribusi untuk koperasi petani garam
- Makan siang hidangan laut
- Air mineral
Belum termasuk
- Transportasi dari hotel ke titik kumpul
- Pengeluaran pribadi, minuman tambahan, dan oleh-oleh
- Tip untuk pemandu dan tuan rumah (sukarela)
- Asuransi perjalanan
Persiapan
Hal-hal praktis agar perjalananmu nyaman dan tuan rumahmu merasa dihormati.
Yang perlu dibawa
- Topi, kacamata hitam, dan tabir surya
- Tabir surya ramah terumbu karang
- Sandal yang boleh terkena pasir dan air laut
- Uang tunai pecahan kecil untuk membeli kerajinan atau donasi
Etika di lokasi
- Ladang garam adalah tempat kerja: jangan menginjak bedeng garam dan tunggu dipersilakan sebelum mendekat.
- Minta izin sebelum memotret orang, rumah, atau upacara.
- Jangan melangkahi atau menginjak canang (sesajen) di jalan dan di depan rumah.
Cara ke sana
Sekitar 2,5–3,5 jam berkendara dari Bandara I Gusti Ngurah Rai; Amed adalah rangkaian desa pesisir di ujung timur Bali.
Ulasan pelancong
Belum ada ulasan untuk tur ini.
Ulasan dapat ditulis setelah perjalanan selesai, dari halaman Akun.
Perjalanan serupa yang mungkin kamu suka

Hidup di Desa
Baru

Kuliner Tradisi
4.9(203)

Kuliner Tradisi
Baru
MulaiRp 900.000 / orang
