Langsung ke konten
EtnoJourney
Hidup di Desa

Dua Hari di Desa Adat Osing Kemiren

Kemiren, Banyuwangi, Jawa Timur

Foto: HarfiBimantara · CC BY-SA 4.0

Durasi
2 hari
Rombongan
Maks. 10 orang
Kategori
Hidup di Desa
Tingkat kesulitan
Santai
Cocok untuk hampir semua orang; banyak berhenti dan jalan kaki ringan.
Bahasa
Indonesia, Inggris

Tentang perjalanan ini

Menginap di Kemiren, mengenal rumah, bahasa, dan dapur suku Osing, serta kesenian barong desa.

Kemiren di Kecamatan Glagah adalah desa wisata budaya tempat masyarakat Osing, keturunan warga Kerajaan Blambangan, menjalankan adat dan bahasanya. Kamu menginap di rumah warga, belajar sapaan dalam bahasa Osing, dan ikut menyiapkan makanan khas seperti pecel pithik di dapur tradisional. Malamnya, warga desa memperkenalkan kesenian Barong Osing yang masih dianggap sakral. Jika kunjunganmu bertepatan dengan Ider Bumi, Tumpeng Sewu, atau Festival Ngopi Sepuluh Ewu pada bulan Oktober, kamu akan diajak menyaksikannya bersama warga.

Dipandu oleh komunitas lokal di Kemiren, Banyuwangi

Yang akan kamu alami

  • Menginap di rumah warga Osing
  • Memasak pecel pithik di dapur tradisional
  • Mengenal Barong Osing Kemiren
  • Motif batik gajah oling khas Banyuwangi

Rencana perjalanan

  1. Hari 1

    Tiba di Kemiren

    13.00 penjemputan, perkenalan dengan keluarga tuan rumah, sore memasak bersama, malam mengenal kesenian barong.

  2. Hari 2

    Jalan kaki desa

    Pagi berjalan keliling desa dan sawah, mengenal motif gajah oling, makan siang, kembali ke Ketapang sekitar pukul 13.00.

Sudah termasuk

  • Pemandu lokal dari komunitas
  • Homestay 1 malam
  • Makan 3 kali
  • Penjemputan di Stasiun Ketapang
  • Kontribusi untuk dana desa

Belum termasuk

  • Transportasi ke Stasiun Ketapang, Banyuwangi
  • Asuransi perjalanan
  • Pengeluaran pribadi dan oleh-oleh
  • Tip untuk pemandu dan tuan rumah (sukarela)

Persiapan

Hal-hal praktis agar perjalananmu nyaman dan tuan rumahmu merasa dihormati.

Yang perlu dibawa

  • Pakaian sopan yang menutup bahu dan lutut
  • Losion antinyamuk
  • Uang tunai secukupnya; ATM jarang di lokasi
  • Sepatu jalan yang nyaman dan tidak licin

Etika di lokasi

  • Ikuti tata cara tuan rumah saat menyuguhkan kopi dan makanan
  • Kesenian seperti barong dan gandrung punya makna adat; tonton dengan tenang
  • Minta izin sebelum memotret orang, rumah, atau upacara
  • Lepas alas kaki sebelum masuk ke rumah warga

Cara ke sana

Banyuwangi punya bandara sendiri (Bandara Banyuwangi) dengan penerbangan dari Jakarta dan Surabaya, serta kereta dari Surabaya dan Yogyakarta ke Stasiun Ketapang. Dari Bali, kapal feri Gilimanuk–Ketapang menyeberang sekitar 1 jam. Kemiren berjarak sekitar 20 menit dari kota.

Titik kumpul

Stasiun Ketapang, Banyuwangi

Buka di Maps

Ulasan pelancong

Belum ada ulasan untuk tur ini.

Ulasan dapat ditulis setelah perjalanan selesai, dari halaman Akun.

Perjalanan serupa yang mungkin kamu suka

MulaiRp 1.450.000 / orang