Langsung ke konten
EtnoJourney
Hidup di Desa

Huta Siallagan dan Rumah Bolon Samosir

Samosir, Sumatera Utara

Foto: Nafisathallah · CC BY-SA 4.0

Durasi
2 hari
Rombongan
Maks. 10 orang
Kategori
Hidup di Desa
Tingkat kesulitan
Santai
Cocok untuk hampir semua orang; banyak berhenti dan jalan kaki ringan.
Bahasa
Indonesia, Inggris

Tentang perjalanan ini

Menyeberang ke Samosir, menelusuri desa adat Batak Toba, Batu Persidangan, dan arsitektur rumah bolon.

Perjalanan dimulai dengan kapal penyeberangan dari Ajibata ke Tomok di pesisir timur Samosir. Bersama pemandu setempat, kita mengunjungi Huta Siallagan, kawasan cagar budaya dengan deretan rumah bolon dan Batu Persidangan, kursi-kursi batu tempat persidangan adat Batak Toba dahulu digelar. Hari kedua diisi dengan mengenal arsitektur rumah bolon: atap melengkung seperti perahu yang menjulang di kedua ujungnya, tiang-tiang kayu besar penopangnya, dan gorga, ukiran yang dicat tiga warna: merah, hitam, dan putih. Di Samosir kamu juga bisa menyaksikan sigale-gale, boneka kayu yang dahulu dimainkan dalam upacara kematian dan kini kerap dipertunjukkan untuk pengunjung.

Dipandu oleh komunitas lokal di Samosir

Yang akan kamu alami

  • Kapal penyeberangan Ajibata–Tomok di Danau Toba
  • Batu Persidangan di cagar budaya Huta Siallagan
  • Arsitektur dan ukiran gorga rumah bolon
  • Pasar dan desa tepi danau di Tomok

Rencana perjalanan

  1. Hari 1

    Menyeberang ke Samosir

    09.00 kapal dari Ajibata ke Tomok, jalan kaki di desa dan pasar Tomok, sore ke Huta Siallagan, menginap di Samosir.

  2. Hari 2

    Rumah bolon dan gorga

    Pagi mengenal arsitektur dan ukiran rumah bolon bersama pemandu, siang makan bersama, kapal kembali ke Ajibata sekitar pukul 15.00.

Sudah termasuk

  • Pemandu lokal dari komunitas
  • Tiket kapal penyeberangan pulang-pergi
  • Penginapan 1 malam di Samosir
  • Makan 3 kali
  • Tiket masuk kawasan cagar budaya

Belum termasuk

  • Transportasi ke Pelabuhan Ajibata dari Medan atau Silangit
  • Asuransi perjalanan
  • Pengeluaran pribadi dan oleh-oleh
  • Tip untuk pemandu dan tuan rumah (sukarela)

Persiapan

Hal-hal praktis agar perjalananmu nyaman dan tuan rumahmu merasa dihormati.

Yang perlu dibawa

  • Tabir surya dan topi
  • Pakaian sopan yang menutup bahu dan lutut
  • Uang tunai secukupnya; ATM jarang di lokasi
  • Obat antimabuk untuk perjalanan perahu
  • Sepatu jalan yang nyaman dan tidak licin

Etika di lokasi

  • Rumah bolon adalah rumah tinggal; masuk hanya bila dipersilakan
  • Jangan duduk atau memanjat kursi batu dan makam di kompleks huta
  • Sapa dengan "Horas" dan hormati gereja serta ibadah hari Minggu
  • Minta izin sebelum memotret orang, rumah, atau upacara

Cara ke sana

Bandara terdekat adalah Silangit (Sisingamangaraja XII), sekitar 1–1,5 jam ke Parapat. Dari Bandara Kualanamu di Medan, perjalanan darat ke Parapat sekitar 4–5 jam. Dari Pelabuhan Ajibata atau Parapat, kapal penyeberangan ke Tomok atau Ambarita di Samosir memakan sekitar 30–60 menit.

Titik kumpul

Pelabuhan Ajibata, Kabupaten Toba

Buka di Maps

Ulasan pelancong

Belum ada ulasan untuk tur ini.

Ulasan dapat ditulis setelah perjalanan selesai, dari halaman Akun.

Perjalanan serupa yang mungkin kamu suka

MulaiRp 1.850.000 / orang