Langsung ke konten
EtnoJourney
Hidup di Desa

Nagari Tuo Pariangan dan Istano Basa Pagaruyung

Minangkabau, Sumatera Barat

Foto: Andipsp11 · CC BY-SA 4.0

Durasi
2 hari
Rombongan
Maks. 10 orang
Kategori
Hidup di Desa
Tingkat kesulitan
Santai
Cocok untuk hampir semua orang; banyak berhenti dan jalan kaki ringan.
Bahasa
Indonesia, Inggris

Tentang perjalanan ini

Menelusuri nagari yang dipercaya sebagai asal orang Minangkabau, rumah gadang, dan istana kerajaan Pagaruyung.

Nagari Pariangan berada di lereng Gunung Marapi pada ketinggian 500 sampai 700 meter dan dipercaya sebagai tempat asal nenek moyang orang Minangkabau. Bersama pemandu setempat, kita berjalan di antara rumah gadang, sawah berundak, dan rangkiang, lumbung padi yang menyertai rumah gadang. Hari kedua menuju Istano Basa Pagaruyung dekat Batusangkar. Istana ini beberapa kali terbakar, pada 1804, 1966, dan 2007, lalu dibangun kembali dan kini menjadi museum yang menjelaskan sejarah kerajaan dan adat matrilineal Minangkabau.

Dipandu oleh komunitas lokal di Minangkabau

Yang akan kamu alami

  • Nagari Pariangan di lereng Gunung Marapi
  • Rumah gadang dan rangkiang
  • Museum Istano Basa Pagaruyung
  • Mengenal adat matrilineal Minangkabau

Rencana perjalanan

  1. Hari 1

    Menuju Pariangan

    08.00 penjemputan di bandara, perjalanan ke Tanah Datar, siang hingga sore berjalan kaki di Nagari Pariangan, menginap di Tanah Datar.

  2. Hari 2

    Istano Basa Pagaruyung

    Pagi di Istano Basa Pagaruyung, makan siang masakan Minang, kembali ke bandara sekitar pukul 16.00.

Sudah termasuk

  • Pemandu lokal dari komunitas
  • Transportasi dari dan ke Bandara Minangkabau
  • Penginapan 1 malam di Tanah Datar
  • Makan 3 kali
  • Tiket masuk Istano Basa Pagaruyung

Belum termasuk

  • Penerbangan ke Bandara Internasional Minangkabau
  • Asuransi perjalanan
  • Pengeluaran pribadi dan oleh-oleh
  • Tip untuk pemandu dan tuan rumah (sukarela)

Persiapan

Hal-hal praktis agar perjalananmu nyaman dan tuan rumahmu merasa dihormati.

Yang perlu dibawa

  • Pakaian sopan yang menutup bahu dan lutut
  • Kerudung atau selendang bagi perempuan untuk masjid
  • Sepatu jalan yang nyaman dan tidak licin
  • Jas hujan ringan
  • Uang tunai secukupnya; ATM jarang di lokasi

Etika di lokasi

  • Masyarakat Minangkabau mayoritas Muslim; berpakaian sopan dan hindari mengganggu waktu salat
  • Lepas alas kaki di masjid dan rumah gadang
  • Hindari makan atau minum di tempat umum saat Ramadan
  • Minta izin sebelum memotret orang, rumah, atau upacara

Cara ke sana

Terbang ke Bandara Internasional Minangkabau di Padang Pariaman. Dari bandara, Bukittinggi sekitar 2–3 jam dan Batusangkar (Pagaruyung) sekitar 2,5–3 jam melalui Lembah Anai. Bus dan travel antarkota tersedia dari Padang.

Titik kumpul

Bandara Internasional Minangkabau, Padang Pariaman

Buka di Maps

Ulasan pelancong

Belum ada ulasan untuk tur ini.

Ulasan dapat ditulis setelah perjalanan selesai, dari halaman Akun.

Perjalanan serupa yang mungkin kamu suka

MulaiRp 1.650.000 / orang