Langsung ke konten
EtnoJourney
Kriya & Wastra

Tenun Ulos di Tepi Danau Toba

Samosir, Sumatera Utara

Foto: Nocomentapapun · CC BY-SA 4.0

Durasi
1 hari
Rombongan
Maks. 8 orang
Kategori
Kriya & Wastra
Tingkat kesulitan
Santai
Cocok untuk hampir semua orang; banyak berhenti dan jalan kaki ringan.
Bahasa
Indonesia, Inggris

Tentang perjalanan ini

Sehari bersama penenun ulos di Samosir: memintal, menenun dengan alat gedogan, dan memahami makna ulos dalam adat Batak.

Bagi orang Batak, ulos bukan sekadar kain. Ulos diselempangkan di bahu, diberikan sebagai tanda kasih dalam upacara adat, dan dalam pernikahan digunakan untuk mengikat kedua mempelai. Di rumah seorang penenun di Samosir, kamu akan melihat proses dari benang hingga kain: memintal, menyusun benang lungsin, lalu menenun dengan alat tenun gedogan yang ditahan dengan tubuh. Kamu mencoba beberapa baris tenunan dan menutup hari di titik pandang Danau Toba.

Dipandu oleh komunitas lokal di Samosir

Yang akan kamu alami

  • Belajar dari penenun ulos di rumahnya
  • Memintal dan menenun dengan alat gedogan
  • Makna ulos dalam upacara adat Batak
  • Senja di titik pandang Danau Toba

Rencana perjalanan

  1. Hari 1

    Dari benang ke ulos

    09.00 bertemu di Tomok, menuju rumah penenun, kelas tenun hingga sore dengan jeda makan siang, 16.30 titik pandang danau, 18.00 kembali ke Tomok.

Sudah termasuk

  • Pemandu lokal dari komunitas
  • Kelas tenun dan bahan
  • Makan siang khas Batak
  • Transportasi lokal di Samosir
  • Air mineral dan kudapan tradisional

Belum termasuk

  • Penyeberangan ke Tomok
  • Pembelian kain ulos
  • Asuransi perjalanan
  • Pengeluaran pribadi dan oleh-oleh

Persiapan

Hal-hal praktis agar perjalananmu nyaman dan tuan rumahmu merasa dihormati.

Yang perlu dibawa

  • Tabir surya dan topi
  • Pakaian sopan yang menutup bahu dan lutut
  • Uang tunai secukupnya; ATM jarang di lokasi
  • Botol minum isi ulang

Etika di lokasi

  • Ulos adalah kain adat yang dipakai dalam upacara; tanyakan makna motif sebelum mengenakannya
  • Hargai waktu penenun; satu kain bisa dikerjakan berminggu-minggu
  • Minta izin sebelum memotret orang, rumah, atau upacara
  • Gunakan tangan kanan saat memberi atau menerima sesuatu

Cara ke sana

Bandara terdekat adalah Silangit (Sisingamangaraja XII), sekitar 1–1,5 jam ke Parapat. Dari Bandara Kualanamu di Medan, perjalanan darat ke Parapat sekitar 4–5 jam. Dari Pelabuhan Ajibata atau Parapat, kapal penyeberangan ke Tomok atau Ambarita di Samosir memakan sekitar 30–60 menit.

Titik kumpul

Pelabuhan Tomok, Samosir

Buka di Maps

Ulasan pelancong

Belum ada ulasan untuk tur ini.

Ulasan dapat ditulis setelah perjalanan selesai, dari halaman Akun.

Perjalanan serupa yang mungkin kamu suka

MulaiRp 750.000 / orang