Langsung ke konten
EtnoJourney
Kriya & Wastra

Ikat Sumba Timur: Dari Benang hingga Hinggi

Sumba, Nusa Tenggara Timur

Foto: 06Ivonne · CC BY-SA 4.0

Durasi
4 hari
Rombongan
Maks. 8 orang
Kategori
Kriya & Wastra
Tingkat kesulitan
Santai
Cocok untuk hampir semua orang; banyak berhenti dan jalan kaki ringan.
Bahasa
Indonesia, Inggris

Tentang perjalanan ini

Mengikuti proses panjang tenun ikat Sumba, dari mengikat benang dan mencelup warna hingga menenun kain hinggi.

Tenun ikat Sumba dibuat dengan proses yang panjang: benang diikat mengikuti pola, dicelup berulang kali, lalu ditenun, sehingga satu kain bisa memakan waktu berbulan-bulan. Di Sumba Timur, kain hinggi untuk laki-laki dikenal dengan motifnya yang kaya. Selama empat hari, kamu akan mengunjungi penenun di sekitar Waingapu, melihat benang-benang yang dijemur setelah dicelup, dan mencoba mengikat pola sederhana. Kita juga berkunjung ke kampung adat Rende dengan rumah-rumah tradisional dan kubur batunya.

Dipandu oleh komunitas lokal di Sumba

Yang akan kamu alami

  • Proses ikat dari benang hingga kain
  • Benang yang dijemur setelah dicelup
  • Kain hinggi Sumba Timur
  • Kampung adat Rende

Rencana perjalanan

  1. Hari 1

    Tiba di Waingapu

    Penjemputan di bandara, sore mengenal sejarah tenun Sumba Timur.

  2. Hari 2

    Mengikat dan mencelup

    Seharian bersama penenun: mengikat pola dan melihat proses pencelupan.

  3. Hari 3

    Kampung Rende

    Perjalanan ke Rende, melihat rumah adat dan kubur batu, kembali ke Waingapu.

  4. Hari 4

    Menenun dan pulang

    Pagi melihat proses menenun, siang diantar ke bandara.

Sudah termasuk

  • Menginap 3 malam di Waingapu
  • Transportasi selama di Sumba Timur
  • Semua makan
  • Pemandu lokal
  • Kontribusi untuk penenun

Belum termasuk

  • Tiket pesawat atau perjalanan menuju titik kumpul
  • Asuransi perjalanan
  • Kerajinan yang Anda beli di desa
  • Tip untuk pemandu dan tuan rumah (sukarela)

Persiapan

Hal-hal praktis agar perjalananmu nyaman dan tuan rumahmu merasa dihormati.

Yang perlu dibawa

  • Topi, kacamata hitam, dan tabir surya
  • Pakaian sopan yang menutup bahu dan lutut
  • Uang tunai pecahan kecil untuk membeli kerajinan atau donasi
  • Obat-obatan pribadi

Etika di lokasi

  • Bila disuguhi sirih pinang, terimalah dengan sopan sebagai tanda diterima; Anda boleh menolak dengan halus bila tidak ingin mengunyahnya.
  • Tanyakan dulu sebelum menyentuh kain, alat tenun, atau karya yang sedang dikerjakan.
  • Kubur batu terkait kepercayaan Marapu: jangan memanjat atau duduk di atasnya.
  • Minta izin sebelum memotret orang, rumah, atau upacara.

Cara ke sana

Terbang ke Bandara Lede Kalumbang (Tambolaka) untuk Sumba Barat atau Bandara Umbu Mehang Kunda (Waingapu) untuk Sumba Timur, biasanya lewat Denpasar atau Kupang. Jarak antara keduanya sekitar 4–5 jam berkendara.

Titik kumpul

Bandara Umbu Mehang Kunda, Waingapu

Buka di Maps

Ulasan pelancong

Belum ada ulasan untuk tur ini.

Ulasan dapat ditulis setelah perjalanan selesai, dari halaman Akun.

Perjalanan serupa yang mungkin kamu suka

MulaiRp 6.200.000 / orang