Langsung ke konten
EtnoJourney
Kuliner Tradisi

Kopi dan Songke di Wae Rebo

Wae Rebo, Nusa Tenggara Timur

Foto: Jakub Hałun · CC BY 4.0

Durasi
2 hari
Rombongan
Maks. 6 orang
Kategori
Kuliner Tradisi
Tingkat kesulitan
Menantang
Butuh stamina baik; trekking panjang, medan terjal, atau kondisi terpencil.
Bahasa
Indonesia, Inggris

Tentang perjalanan ini

Mengenal kopi, tanaman utama warga Wae Rebo, dan melihat para perempuan menenun songke Manggarai.

Kopi adalah tanaman utama warga Wae Rebo, dan ketinggiannya yang lebih dari 1.000 meter membuat iklimnya cocok untuk budidaya kopi. Di perjalanan dua hari ini, kamu akan melihat biji kopi dijemur di halaman kampung, mendengar cerita warga tentang kebun dan cara mengolahnya, lalu mencicipi kopi yang diseduh di kampung. Kita juga akan melihat para perempuan menenun songke, kain tenun khas Manggarai, dan belajar sopan santun bertamu di kampung adat.

Dipandu oleh komunitas lokal di Wae Rebo

Yang akan kamu alami

  • Biji kopi yang dijemur di halaman kampung
  • Cerita warga tentang kebun kopi
  • Melihat tenun songke Manggarai
  • Kelompok maksimal enam orang

Rencana perjalanan

  1. Hari 1

    Mendaki dan kopi

    Perjalanan pagi ke Denge, mendaki ke Wae Rebo, ritual Waelu'u, sore melihat pengolahan kopi.

  2. Hari 2

    Songke dan pulang

    Pagi melihat tenun songke, turun ke Denge, kembali ke Ruteng.

Sudah termasuk

  • Transportasi Denge pulang-pergi dari Ruteng
  • Menginap 1 malam di Wae Rebo
  • Semua makan
  • Pemandu lokal
  • Biaya kunjungan kampung

Belum termasuk

  • Tiket pesawat atau perjalanan menuju titik kumpul
  • Penginapan sebelum dan sesudah tur
  • Kerajinan yang Anda beli di desa
  • Asuransi perjalanan
  • Tip untuk pemandu dan tuan rumah (sukarela)

Persiapan

Hal-hal praktis agar perjalananmu nyaman dan tuan rumahmu merasa dihormati.

Yang perlu dibawa

  • Sepatu trekking yang sudah biasa dipakai
  • Jaket atau baju hangat untuk udara dingin dataran tinggi
  • Jas hujan ringan (musim hujan sekitar November–Maret)
  • Ransel kecil, karena barang dibawa sendiri selama pendakian
  • Perlengkapan mandi pribadi dan senter kecil
  • Uang tunai pecahan kecil untuk membeli kerajinan atau donasi

Etika di lokasi

  • Tamu disambut lewat ritual Waelu'u di rumah utama sebelum berkeliling; ikuti arahan pemandu tentang kapan boleh memotret.
  • Tanyakan dulu sebelum menyentuh kain, alat tenun, atau karya yang sedang dikerjakan.
  • Bawa kembali sampah Anda turun ke Denge.

Cara ke sana

Terbang ke Labuan Bajo atau Ruteng, lalu berkendara dari Ruteng ke Desa Denge sekitar 2–4 jam di jalan yang sebagian rusak, dilanjutkan jalan kaki sekitar 3 jam menembus hutan.

Titik kumpul

Bandara Frans Sales Lega, Ruteng

Buka di Maps

Ulasan pelancong

Belum ada ulasan untuk tur ini.

Ulasan dapat ditulis setelah perjalanan selesai, dari halaman Akun.

Perjalanan serupa yang mungkin kamu suka

MulaiRp 2.600.000 / orang