Langsung ke konten
EtnoJourney
Hidup di Desa

Wae Rebo: Bermalam di Kampung di Atas Awan

Wae Rebo, Nusa Tenggara Timur

Foto: Wayan Yatika · CC BY-SA 4.0

Durasi
3 hari
Rombongan
Maks. 8 orang
Kategori
Hidup di Desa
Tingkat kesulitan
Menantang
Butuh stamina baik; trekking panjang, medan terjal, atau kondisi terpencil.
Bahasa
Indonesia, Inggris

Tentang perjalanan ini

Mendaki dari Denge, disambut ritual Waelu'u, dan bermalam di kampung mbaru niang yang dikelilingi pegunungan.

Perjalanan dimulai dari Ruteng menuju Desa Denge, titik awal pendakian ke Wae Rebo. Jalur sepanjang sekitar 4,5 kilometer melewati hutan dan memakan waktu sekitar tiga jam. Setibanya di kampung, tamu disambut lewat ritual Waelu'u di Niang Gendang, rumah utama, sebelum dipersilakan berkeliling. Kamu akan bermalam di kampung, makan bersama warga, dan melihat bagaimana mbaru niang digunakan: lantai dasar untuk tempat tinggal dan tingkat-tingkat di atasnya untuk menyimpan hasil panen serta persembahan bagi leluhur. Pagi harinya, kabut sering menyelimuti lembah sebelum kita turun kembali ke Denge.

Dipandu oleh komunitas lokal di Wae Rebo

Yang akan kamu alami

  • Pendakian sekitar 4,5 km dari Desa Denge
  • Disambut ritual Waelu'u
  • Bermalam di kampung mbaru niang
  • Pagi berkabut di lembah Manggarai

Rencana perjalanan

  1. Hari 1

    Ruteng ke Denge

    Penjemputan di Ruteng, perjalanan darat ke Desa Denge, malam di penginapan warga.

  2. Hari 2

    Mendaki ke Wae Rebo

    Pagi mendaki sekitar tiga jam, ritual Waelu'u, siang berkeliling kampung, malam bersama warga.

  3. Hari 3

    Turun dan kembali

    Pagi di kampung, turun ke Denge, perjalanan kembali ke Ruteng.

Sudah termasuk

  • Transportasi Ruteng–Denge pulang-pergi
  • Menginap 1 malam di Wae Rebo dan 1 malam di Denge
  • Semua makan selama perjalanan
  • Pemandu lokal
  • Biaya kunjungan kampung

Belum termasuk

  • Tiket pesawat atau perjalanan menuju titik kumpul
  • Penginapan sebelum dan sesudah tur
  • Asuransi perjalanan
  • Tip untuk pemandu dan tuan rumah (sukarela)

Persiapan

Hal-hal praktis agar perjalananmu nyaman dan tuan rumahmu merasa dihormati.

Yang perlu dibawa

  • Sepatu trekking yang sudah biasa dipakai
  • Jaket atau baju hangat untuk udara dingin dataran tinggi
  • Jas hujan ringan (musim hujan sekitar November–Maret)
  • Ransel kecil, karena barang dibawa sendiri selama pendakian
  • Perlengkapan mandi pribadi dan senter kecil
  • Obat-obatan pribadi

Etika di lokasi

  • Tamu disambut lewat ritual Waelu'u di rumah utama sebelum berkeliling; ikuti arahan pemandu tentang kapan boleh memotret.
  • Rumah adat adalah tempat tinggal keluarga: jaga suara, terutama di malam hari.
  • Gunakan tangan kanan saat memberi dan menerima sesuatu.
  • Bawa kembali sampah Anda turun ke Denge.

Cara ke sana

Terbang ke Labuan Bajo atau Ruteng, lalu berkendara dari Ruteng ke Desa Denge sekitar 2–4 jam di jalan yang sebagian rusak, dilanjutkan jalan kaki sekitar 3 jam menembus hutan.

Titik kumpul

Bandara Frans Sales Lega, Ruteng

Buka di Maps

Ulasan pelancong

Belum ada ulasan untuk tur ini.

Ulasan dapat ditulis setelah perjalanan selesai, dari halaman Akun.

Perjalanan serupa yang mungkin kamu suka

MulaiRp 3.900.000 / orang