Langsung ke konten
EtnoJourney
Hidup di Desa

Kampung Adat Sumba Barat: Praijing dan Ratenggaro

Sumba, Nusa Tenggara Timur

Foto: Allwyn Wawyn · CC BY-SA 4.0

Durasi
3 hari
Rombongan
Maks. 8 orang
Kategori
Hidup di Desa
Tingkat kesulitan
Sedang
Perlu kebugaran dasar; ada jalan kaki beberapa jam atau medan menanjak.
Bahasa
Indonesia, Inggris

Tentang perjalanan ini

Mengunjungi kampung beratap menara dan kubur batu megalitik, serta mengenal kepercayaan Marapu.

Perjalanan tiga hari ini menyusuri kampung-kampung adat di Sumba bagian barat. Di Praijing, dekat Waikabubak, rumah-rumah beratap ilalang menjulang tersusun di atas bukit. Di Ratenggaro, Kodi, rumah adat beratap menara berdiri di dekat pantai di antara kubur batu megalitik. Pemandu akan menjelaskan kepercayaan Marapu yang membentuk rumah, kubur, dan upacara di Sumba, serta tata krama berkunjung, seperti meminta izin sebelum memotret. Pasola hanya berlangsung pada Februari dan Maret dengan tanggal yang ditentukan para rato. Jika jadwalmu bertepatan, kami akan membantu mengatur kunjungan, tetapi tur ini tidak menjanjikan Pasola.

Dipandu oleh komunitas lokal di Sumba

Yang akan kamu alami

  • Kampung Praijing di atas bukit
  • Rumah beratap menara di Ratenggaro
  • Kubur batu megalitik
  • Mengenal kepercayaan Marapu

Rencana perjalanan

  1. Hari 1

    Tiba di Sumba Barat Daya

    Penjemputan di Tambolaka, sore ke pesisir Kodi, malam di Tambolaka.

  2. Hari 2

    Ratenggaro

    Pagi di Ratenggaro bersama pemandu, siang menuju Waikabubak.

  3. Hari 3

    Praijing

    Pagi di Kampung Praijing, siang kembali ke Tambolaka.

Sudah termasuk

  • Menginap 2 malam
  • Transportasi selama di Sumba
  • Makan 6 kali
  • Pemandu lokal
  • Kontribusi untuk kampung yang dikunjungi

Belum termasuk

  • Tiket pesawat atau perjalanan menuju titik kumpul
  • Asuransi perjalanan
  • Kerajinan yang Anda beli di desa
  • Tip untuk pemandu dan tuan rumah (sukarela)

Persiapan

Hal-hal praktis agar perjalananmu nyaman dan tuan rumahmu merasa dihormati.

Yang perlu dibawa

  • Topi, kacamata hitam, dan tabir surya
  • Sepatu jalan yang nyaman dan tidak licin
  • Pakaian sopan yang menutup bahu dan lutut
  • Uang tunai pecahan kecil untuk membeli kerajinan atau donasi
  • Obat-obatan pribadi

Etika di lokasi

  • Bila disuguhi sirih pinang, terimalah dengan sopan sebagai tanda diterima; Anda boleh menolak dengan halus bila tidak ingin mengunyahnya.
  • Kubur batu dan rumah menara terkait kepercayaan Marapu: jangan memanjat atau duduk di atasnya.
  • Minta izin sebelum memotret orang, rumah, atau upacara.
  • Jangan memasuki pekarangan atau rumah tanpa diundang; ikuti pemandu.

Cara ke sana

Terbang ke Bandara Lede Kalumbang (Tambolaka) untuk Sumba Barat atau Bandara Umbu Mehang Kunda (Waingapu) untuk Sumba Timur, biasanya lewat Denpasar atau Kupang. Jarak antara keduanya sekitar 4–5 jam berkendara.

Titik kumpul

Bandara Lede Kalumbang, Tambolaka

Buka di Maps

Ulasan pelancong

Belum ada ulasan untuk tur ini.

Ulasan dapat ditulis setelah perjalanan selesai, dari halaman Akun.

Perjalanan serupa yang mungkin kamu suka

MulaiRp 4.800.000 / orang