Langsung ke konten
EtnoJourney
Hidup di Desa4.8(37)

Tiga Hari di Desa Ngadas

Tengger Bromo, Jawa Timur

Foto: Unsplash · Unsplash License

Durasi
3 hari
Rombongan
Maks. 6 orang
Kategori
Hidup di Desa
Tingkat kesulitan
Sedang
Perlu kebugaran dasar; ada jalan kaki beberapa jam atau medan menanjak.
Bahasa
Indonesia, Inggris

Tentang perjalanan ini

Tinggal bersama keluarga Tengger di Ngadas: bertani di lereng, memasak di tungku, dan mengenal adat desa di ketinggian sekitar 2.100 meter.

Ngadas adalah salah satu desa masyarakat Tengger, terletak sebagai kantong di tengah Taman Nasional Bromo Tengger Semeru pada ketinggian sekitar 2.150 meter. Sebagian besar warganya bertani sayur di lereng yang curam, dan adat desa masih dipegang kuat. Selama tiga hari, kamu ikut ke ladang, membantu memanen, dan belajar memasak di dapur tungku yang menjadi pusat kehangatan rumah. Udara di Ngadas bisa mendekati nol derajat pada malam hari. Jika kunjunganmu bertepatan dengan kegiatan adat, keluarga tuan rumah akan menjelaskan apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan tamu.

Dipandu oleh komunitas lokal di Tengger Bromo

Yang akan kamu alami

  • Desa Tengger di ketinggian sekitar 2.100 m
  • Bertani bersama keluarga
  • Memasak di dapur tungku
  • Kelompok maksimal enam orang

Rencana perjalanan

  1. Hari 1

    Tiba di Ngadas

    Perjalanan dari Malang, perkenalan dengan keluarga, jalan sore keliling desa.

  2. Hari 2

    Hari di ladang

    Berangkat ke ladang bersama keluarga, makan siang di gubuk ladang, sore belajar memasak.

  3. Hari 3

    Pamit

    Fajar di bukit desa, sarapan perpisahan, kembali ke Malang.

Sudah termasuk

  • Homestay 2 malam
  • Semua makan
  • Pemandu lokal dari komunitas
  • Transportasi pulang-pergi dari titik temu
  • Kontribusi untuk dana desa

Belum termasuk

  • Transportasi ke Terminal Arjosari, Malang
  • Asuransi perjalanan
  • Pengeluaran pribadi dan oleh-oleh
  • Tip untuk pemandu dan tuan rumah (sukarela)

Persiapan

Hal-hal praktis agar perjalananmu nyaman dan tuan rumahmu merasa dihormati.

Yang perlu dibawa

  • Jaket hangat, topi kupluk, dan sarung tangan; dini hari bisa sangat dingin
  • Sepatu jalan yang nyaman dan tidak licin
  • Sarung tangan kerja ringan untuk membantu di ladang
  • Jas hujan ringan
  • Obat pribadi dan perlengkapan P3K sederhana

Etika di lokasi

  • Ladang adalah tempat kerja keluarga; ikuti arahan tuan rumah sebelum memetik apa pun
  • Ikuti doa bersama dengan tenang bila diundang, dan tetap di luar bila tidak
  • Minta izin sebelum memotret orang, rumah, atau upacara
  • Lepas alas kaki sebelum masuk ke rumah warga

Cara ke sana

Kota terdekat dengan bandara adalah Malang (Bandara Abdulrachman Saleh) dan Surabaya (Bandara Juanda); keduanya juga terhubung kereta dari Jakarta dan Yogyakarta. Dari Malang ke desa Tengger sekitar 2–3 jam lewat jalan pegunungan, dari Surabaya sekitar 3–4 jam.

Titik kumpul

Terminal Arjosari, Malang

Buka di Maps

Ulasan pelancong

4.8 dari 5 berdasarkan 37 ulasan

  • Benar-benar lambat dan autentik. Saya merasa seperti bagian dari keluarga.

    G

    Grace Lee

    Canada · September 2026

  • Dingin di malam hari, bawa jaket tebal. Pengalaman yang luar biasa.

    P

    Pieter de Vries

    Netherlands · September 2026

Ulasan dapat ditulis setelah perjalanan selesai, dari halaman Akun.

Perjalanan serupa yang mungkin kamu suka

MulaiRp 3.100.000 / orang