Langsung ke konten
EtnoJourney
Hidup di Desa

Penglipuran: Membaca Tata Ruang Desa Bali Aga

Penglipuran, Bali

Foto: Balou46 · CC BY-SA 4.0

Durasi
1 hari
Rombongan
Maks. 10 orang
Kategori
Hidup di Desa
Tingkat kesulitan
Santai
Cocok untuk hampir semua orang; banyak berhenti dan jalan kaki ringan.
Bahasa
Indonesia, Inggris

Tentang perjalanan ini

Telusuri sumbu desa dari pura hingga pekarangan warga dan pahami konsep Tri Mandala bersama pemandu setempat.

Penglipuran adalah salah satu contoh tata ruang desa adat Bali yang paling utuh. Kita berjalan dari ujung desa menuju arah kaja, memperhatikan bagaimana pekarangan dengan gerbang angkul-angkul berjajar rapi di kedua sisi jalan, lalu berhenti di sekitar pura untuk memahami pembagian ruang suci dan ruang hunian. Pemandu juga akan bercerita tentang awig-awig, aturan adat yang masih dijalankan warga, dan tentang dapur tradisional beratap bambu yang masih dipakai di beberapa rumah.

Dipandu oleh komunitas lokal di Penglipuran

Yang akan kamu alami

  • Tata ruang Tri Mandala dari dekat
  • Gerbang angkul-angkul yang seragam
  • Cerita tentang awig-awig desa
  • Dapur tradisional beratap bambu

Rencana perjalanan

  1. Hari 1

    Jalan kaki di sumbu desa

    08.30 berangkat dari Ubud, 09.30 tiba di Penglipuran, berjalan menyusuri desa bersama pemandu, 12.30 makan siang, 14.00 kembali ke Ubud.

Sudah termasuk

  • Pemandu lokal
  • Tiket masuk desa wisata
  • Transportasi pulang-pergi dari Ubud
  • Air mineral dan kudapan
  • Makan siang khas Bangli

Belum termasuk

  • Pengeluaran pribadi, minuman tambahan, dan oleh-oleh
  • Tip untuk pemandu dan tuan rumah (sukarela)
  • Asuransi perjalanan

Persiapan

Hal-hal praktis agar perjalananmu nyaman dan tuan rumahmu merasa dihormati.

Yang perlu dibawa

  • Sepatu jalan yang nyaman dan tidak licin
  • Topi, kacamata hitam, dan tabir surya
  • Pakaian sopan yang menutup bahu dan lutut
  • Uang tunai pecahan kecil untuk membeli kerajinan atau donasi

Etika di lokasi

  • Jangan memasuki pekarangan atau rumah tanpa diundang; ikuti pemandu.
  • Jangan melangkahi atau menginjak canang (sesajen) di jalan dan di depan rumah.
  • Jaga kebersihan desa: Penglipuran dikenal sangat menjaga kebersihan dan ketertiban.
  • Minta izin sebelum memotret orang, rumah, atau upacara.

Cara ke sana

Sekitar 1,5–2 jam berkendara dari Bandara I Gusti Ngurah Rai, atau sekitar 1 jam dari Ubud.

Titik kumpul

Lapangan Astina Ubud, Gianyar

Buka di Maps

Ulasan pelancong

Belum ada ulasan untuk tur ini.

Ulasan dapat ditulis setelah perjalanan selesai, dari halaman Akun.

Perjalanan serupa yang mungkin kamu suka

MulaiRp 650.000 / orang